The Morning We First Met
Aku masih ingat pagi itu.
Hari yang sebenarnya biasa saja. Aku sedang menunggu di depan rumah seorang teman, tanpa mengetahui bahwa beberapa detik setelahnya, akan ada seseorang yang diam-diam tinggal di ingatanku selama bertahun-tahun.
Seorang perempuan dengan motor scoopy berwarna merah melintas.
Ia mengenakan seragam SMA, kacamata, dan sesuatu yang saat itu belum bisa kujelaskan mengapa terasa begitu menarik bagiku.
Ia berhenti tepat di depanku, lalu berjalan menghampiriku.
Aku belum pernah melihatnya sebelumnya. Aku bahkan belum tahu siapa namanya. Namun, entah bagaimana, ada sesuatu dari pertemuan singkat itu yang membuatku tertarik kepadanya.
Mungkin saat itu aku hanya menganggapnya sebagai rasa penasaran kecil. Sebuah ketertarikan yang datang begitu saja, di tengah pagi yang biasa.
Aku tidak tahu bahwa perempuan yang baru saja kulihat itu kelak akan menjadi seseorang yang masih kuingat, bahkan setelah bertahun-tahun berlalu.