sedikit cerita untuk Regina

A little something
About you.

Take your time ↓
scroll slowly · no rush

01 · kenapa ini ada?

I could've just sent a message.

But somehow, a chat window didn't feel quite right for this.

Ada hal-hal yang ingin kusampaikan dengan hati-hati. Hal-hal yang pantas mendapat lebih dari sekadar tombol kirim.

Jadi, kubuat website kecil ini.

aku buat ini khusus untukmu :)

02 · cerita

Inilah ceritaku.

01

The Morning We First Met

Aku masih ingat pagi itu.

Hari yang sebenarnya biasa saja. Aku sedang menunggu di depan rumah seorang teman, tanpa mengetahui bahwa beberapa detik setelahnya, akan ada seseorang yang diam-diam tinggal di ingatanku selama bertahun-tahun.

Seorang perempuan dengan motor scoopy berwarna merah melintas.

Ia mengenakan seragam SMA, kacamata, dan sesuatu yang saat itu belum bisa kujelaskan mengapa terasa begitu menarik bagiku.

Ia berhenti tepat di depanku, lalu berjalan menghampiriku.

Aku belum pernah melihatnya sebelumnya. Aku bahkan belum tahu siapa namanya. Namun, entah bagaimana, ada sesuatu dari pertemuan singkat itu yang membuatku tertarik kepadanya.

Mungkin saat itu aku hanya menganggapnya sebagai rasa penasaran kecil. Sebuah ketertarikan yang datang begitu saja, di tengah pagi yang biasa.

Aku tidak tahu bahwa perempuan yang baru saja kulihat itu kelak akan menjadi seseorang yang masih kuingat, bahkan setelah bertahun-tahun berlalu.

02

Two Years in the Same Room

Waktu berlalu, dan ternyata kita berada di kelas yang sama selama dua tahun.

Dua tahun melihat wajah yang perlahan menjadi familiar. Dua tahun ketika seseorang yang awalnya hanya menarik perhatianku, tanpa kusadari, mulai memiliki tempat tersendiri dalam ingatanku.

Ada hal-hal kecil tentangmu yang masih kuingat.

Caramu memberikan pujian, bahkan untuk hal-hal yang mungkin bagimu sederhana. Caramu membawa energi positif yang membuat suasana terasa lebih menyenangkan. Dan tentu saja, senyumanmu.

Dari sekian banyak hal yang bisa kuingat tentangmu, entah mengapa senyumanmu selalu menjadi salah satu yang paling kusukai.

Mungkin kamu tidak pernah benar-benar menyadari betapa sederhananya hal-hal itu bisa berarti bagi seseorang. Mungkin bagimu, itu hanyalah bagian kecil dari keseharianmu.

Aku tidak tahu apakah saat itu aku benar-benar memahami perasaanku sendiri. Aku hanya tahu bahwa kehadiranmu membuat hari-hari SMA terasa lebih berkesan.

03

When Our Paths Grew Apart

Lalu, seperti semua hal yang memiliki waktunya sendiri, masa SMA pun berakhir.

Kita melanjutkan hidup masing-masing. Memasuki dunia perkuliahan, bertemu orang-orang baru, menghadapi tanggung jawab yang berbeda, dan perlahan disibukkan oleh kehidupan yang semakin luas.

Aku tidak lagi melihatmu setiap hari.

Tidak ada lagi kesempatan untuk sekadar melihat senyummu di kelas, mendengar pujian kecil darimu, atau menyadari kehadiranmu dalam rutinitas yang dulu terasa biasa.

Perkuliahan membawa banyak hal baru. Ada begitu banyak yang harus kupelajari, begitu banyak hal yang perlu kuperhatikan, hingga tanpa kusadari, aku mulai jarang memikirkanmu.

Bukan karena ada sesuatu yang berubah tentangmu.

Hanya saja, hidup terus berjalan, dan perhatianku terseret ke banyak arah.

Sesekali, mungkin aku masih bisa melihat kabarmu melalui media sosial. Aku tidak benar-benar berhenti untuk memperhatikan. Namun, ada terlalu banyak hal lain yang memenuhi pikiranku saat itu.

Hari berganti bulan. Bulan berganti tahun.

Dan seseorang yang pernah menjadi bagian dari keseharianku perlahan berubah menjadi bagian dari masa lalu yang jarang kusentuh kembali.

Setidaknya, begitulah yang kupikirkan saat itu.

04

A Feeling That Never Really Left

Kemudian, aku menyelesaikan perkuliahanku.

Satu babak kehidupan telah berakhir. Aku mulai memiliki lebih banyak ruang untuk melihat kembali hal-hal yang selama ini terlewatkan, termasuk orang-orang yang pernah menjadi bagian dari perjalanan hidupku.

Dan entah bagaimana, aku kembali memperhatikanmu.

Kamu telah menjalani perjalananmu sendiri. Mungkin banyak hal tentangmu yang telah berubah sejak terakhir kali kita berada di kelas yang sama.

Namun, ada satu hal yang cukup mengejutkanku, ketika aku kembali memperhatikanmu, perasaan itu ternyata masih ada.

Aku masih merasa tertarik kepadamu.

Perasaan yang pertama kali muncul pada suatu pagi saat masih SMA, yang kemudian tumbuh bersama kenangan selama dua tahun di kelas yang sama, ternyata tidak sepenuhnya hilang meskipun waktu telah membawa kita ke jalan masing-masing.

Aku tidak tahu apakah ini karena kenangan lama, rasa penasaran yang belum pernah benar-benar terjawab, atau memang ada sesuatu tentang dirimu yang sejak awal membuatku tertarik.

Mungkin aku tidak membutuhkan jawaban untuk semuanya.

Yang kutahu, setelah sekian lama, aku masih menyukai senyuman yang sama. Masih mengingat pujian yang pernah kamu berikan.

Ada orang-orang yang kita temui setiap hari, tetapi akhirnya hanya menjadi bagian kecil dari ingatan.

Ada pula seseorang yang, meskipun sudah bertahun-tahun tidak kita temui, masih bisa membuat kita mengingat kembali perasaan yang pernah ada. Bagiku, kamu adalah salah satunya.

05

Here I Am

Mungkin selama ini, cerita ini hanya hidup dalam pikiranku sendiri.

Aku tidak tahu bagaimana kamu mengingat masa SMA kita. Aku juga tidak tahu apakah kamu pernah menyadari bahwa ada seseorang yang diam-diam menyukai senyumanmu, caramu memberikan pujian, dan energi positif yang kamu bawa.

Bisa jadi, semua yang kuingat ini hanyalah bagian kecil dari keseharianmu yang sudah lama kamu lupakan.

Dan tidak apa-apa.

Aku tidak membuat halaman-halaman ini karena ingin mengubah masa lalu, ataupun karena berharap waktu bisa diputar kembali ke masa ketika kita masih berada di kelas yang sama.

Aku membuatnya karena ada sesuatu yang ingin kusampaikan, sesuatu yang selama ini hanya kusimpan sendiri.

Jadi, inilah ceritaku.

Tentang sebuah pertemuan sederhana, waktu yang terus berjalan, dan perasaan yang ternyata tidak pernah benar-benar pergi.

Tentang kamu.

masih ada sedikit lagi...

Lanjut →